Contact : +6287859825952 / 08170522633Bagasventure@gmail.com

Rabu, 19 Maret 2014

Segara Anak


Pesona unggulan Taman Nasional Gunung Rinjani yang sangat prospektif adalah Danau Segara Anak, lokasi ini dapat ditempuh dari dua jalur resmi pendakian yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun.

Untuk mengunjungi Danau Segara Anak dari jalur Senaru dibutuhkan waktu tempuh sekitar 7 – 10 jam berjalan kaki (± 8 Km) dari pintu gerbang jalur pendakian Senaru. Sedangkan dari jalur pendakian Sembalun ditempuh dalam waktu 8 – 10 jam. Danau segara anak dengan ketinggian ± 2.010 m dpl dan kedalaman danau sekitar ± 230 meter mempunyai bentuk seperti bulan sabit dengan luasan sekitar 1.100 Ha.

Disekitar Danau Segara Anak terdapat lahan yang cukup luas dan datar, dapat digunakan untuk tempat berkemping/berkemah, juga pengunjung bisa memancing ikan di danau atau berendam di air panas yang mengandung belerang.
Obyek lainnya di sekitar Danau Segara Anak adalah Hulu Sungai Koko Puteq ± 150 meter dari Danau Segara Anak. Selain itu terdapat pula Goa Susu, Goa Manik, Goa Payung, Goa Susu dipercaya dapat dijadikan media bercermin diri serta sering pula dipergunakan sebagai tempat bermeditasi. Sedangkan di bagian bawah Danau Segara Anak terdapat sumber air panas (Aik Kalak Pengkereman Jembangan) yang biasa digunakan untuk menguji dan memandikan benda-benda bertuah (Pedang, Keris, Badik, Tombak, Golok, dll) dimana jika benda-benda tersebut menjadi lengket apabila direndam itu menandakan benda-benda tersebut jelek/tidak memiliki kekuatan supranatural, sebaliknya apabila benda-benda tersebut tetap utuh berarti benda tersebut memiliki kekuatan supranatural/dipercaya memiliki keampuhan.
No comments

Minggu, 16 Maret 2014

Gendang Belek


Gendang belek Rantemas, salah satu kesenian musik tradisional yang hingga saat ini masih hidup dan dibudidayakan oleh masyarakat sembalun Lawang. kesenian musik tradisional ini diwariskan secara turun temurun, menurut salah seorang senior yang saat ini aktif (Riis, 23) dalam grup Gendang belek Rantemas-kesenian musik tradisional ini sudah berumur lebih dari seratus tahun. alat-alat yang digunakan dalam musik tradisional ini mirip dengan alat musik tradisional jawa. grup musik ini menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan khususnya wisatawan mancanegara dan memberikan nilai tambah untuk Sembalun sebagai desa pariwisata.

Selain irama khas Gamelan gendang belek, terdapat tarian tradisional yang dilakoni oleh personil Grup Gendang Belek Rante Mas, oleh masyarakat setempat tarian semacam ini biasanya disebut ngibing. untuk lebih memasyarakatkan dan memperkenalkan budaya gendang belek  ini para personil grup gendang belek biasanya mempersilahkan para wisatawan lokal atau mancanegara untuk mencoba ngibing diiringi musik gamelan dan didampingi oleh penari senior.
No comments

Bukit Selong



Bukit Selong adalah salah satu bukit yang mengelilingi Desa Sembalun. Bukit Selong hanya di depan gunung Rinjani (3726 ASL). di musim panas, bukit Selong adalah tempat yang sangat baik untuk berburu sunset dan melihat matahari terbenam yang indah dari atas bukit. ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut adalah tempat yang sangat ideal untuk melihat matahari terbenam dan sekitar. tidak hanya matahari terbenam untuk dinikmati, tapi pandangan dari sawah yang tampaknya secara teratur untuk menyesuaikan warna dengan musim.
terutama di musim panas pada bulan Juni, Juli dan Agustus, tempat ini menjadi lokasi yang paling baik untuk melihat matahari terbenam. sunset dilihat dari munculnya awal hingga tenggelam di tengah-tengah pantai. ada sedikit tempat di mana kita bisa melihat sunset tenggelam di pantai di Sembalun. Jika Anda tertarik untuk berburu sunset di 1800 ASL.
No comments

Bukit Dan-daun



dikerumuni sekawanan sapi yang berebut meminta minum ternyata mencipatakan sensasi tersendiri bagi saya, oh terasa dekat dengan alam dan isinya. perjalananku kali ini menuju sebuah tempat bernama kanji, kanji adalah sebuah tempat lapang yang terletak di bebukitan dekat dengan rinjani, diperjalan mata saya dimanjakan oleh keindahan yang saya lihat dari ketinggian. hijau, kombinasi warna alam dan pepohonan membuat saya selalu takjub. subhannallahu begitu kaya alam kita. untuk menuju kanji ditempuh dengan berjalan kaki 2 - 3 jam berjalan kaki dari sembalun lawang, melawati bukit dan beberapa pesawahan hijau.

sesaat setelah melewati bukit pertama saya sampai disebuah lembah diatas bukit pertama dan rehat sejenak karena letih, terasa sepi dan agak sunyi tidak terlihat ada hewan ataupun tanda-tanda kehidupan disana, tiba-tiba teman saya bagun dan berteriak. sia sia sia sia..sia sia sia.. beberapa saat setelah teriakan itu dari semak-semak muncul beberapa kepala sapi, semakin lama kepala itu semakin banyak dan mereka semakin mendekat. oh ternyata ada ratusan sapi didekat saya, hmm jadi mengerti ternyata teriakan tadi adalah kode untuk memanggil sapi-sapi yang tinggal disana.

ratusan sapi yang ada dibukit pertama ternyata masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan jumlah sapi yang berada di kanji. oh ternyata kanji adalah sebuah tempat lapang diatas bukit yang ditumbuhi oleh rumput-rumput hijau yang subur dimana sapi-sapi bermain dan mencari makan, tidak hanya itu. di pinggir tanah lapang terdapat hutan dengan pohon-pohon tua yang sudah berumur ratusan tahun yang diatas pohon tersebut tumbuh 312 jenis anggrek hutan (red.Ruslan guide) wah sungguh mengesankan
No comments